Kamis, 03 Maret 2011

Kemukus dan Kencur Untuk Pilek pada Bayi


Apabila bayi dan anak anda menderita flu dan pilek, obati saja dengan kemukus dan kencur. Mungkin sebagian orang merasa asing dengan tanaman kemukus ini. Tapi sebenarnya sangat mudah didapat.Baiklah saya jelaskan sedikit ya?


Kemukus ( � Piper cubeba L.F � ) Nama Indonesia : Kemukus, English: Cubeb pepper, ( � Melayu: Kemukus� ) adalah tanaman yang tergolong dalam genus Piper, yang ditanam untuk diambil buah dan minyak atsirinya. Tanaman ini berasal dan banyak ditanam di Jawa dan Sumatera, sehingga disebut juga sebagai lada jawa atau cabe jawa ("Java pepper").

Buah kemukus kering digunakan sebagai bumbu rempah dalam masakan, terutama masakan Indonesia.

Kencur bagi sebagian orang pasti sudah mengenalnya. Anda bisa mendapatkan kedua jenis bahan tersebut dengan mudah di pasar tradisional.

Lalu bagaimana cara membuat ramuan untuk mengobati pilek dan flu pada bayi dan anak-anak tersebut?

Oke, cara membuatnya sebagai berikut. Ambillah 10 biji kemukus dan sepotong kencur kira-kira sebesar ibu jari telunjuk. Lalu tumbuklah kedua bahan ini sampai halus, kemudian berilah sedikit air, dan aduk hingga merata.

Cara pemakaiannya yaitu tinggal mengoleskan air ramuan yang telah anda buat tersebut pada lubang hidung si bayi, sedangkan ampasnya ditempelkan secukupnya di ubun-ubunnya.

Semoga membantu!

sumber: obatherbalalami.com

Rabu, 02 Maret 2011

Obat Batuk Alami untuk Ibu Hamil



Jika saat ini anda sedang hamil dan mengalami batuk-batuk pasti menyiksa sekali. Batuk yang terjadi juga dapat menyebabkan tekanan di perut bagian bawah sehingga mungkin anda *maaf* mengeluarkan kencing setiap kali batuk.

Sejauh mungkin hindari obat kimia. Dokter yang baik pun selalunya menganjurkan sang ibu untuk istirahat, minum banyak air putih dan buah-buahan segar sebagai sumber vitamin C. Separah-parahnya batuk anda, kemungkinan dokter yang baik akan memberikan Obat Batuk Hitam sebagai obat. Namun sebaiknya hindari deh ya..

Selain cukup istirahat, minum banyak air putih dan banyak makan buah-buahan sumber vit. C, coba bantu juga dengan obat batuk ibu hamil dari bahan alami yang bahan2nya mudah dibeli:

Sedikit teh,
Madu,
Jahe bubuk,
Jeruk nipis � peras ambil airnya,
Campur dalam satu gelas beri air panas, dan diamkan sesaat, kemudian campur dengan sedikit air agar tidak terlalu panas, setelah cukup hangat minum sedikit demi sedikit.

Obat alami bisa diminum sesering anda inginkan. Namun untuk takaran daun teh diharapkan jangan terlalu banyak, karena teh bisa mengikat garam pada tubuh, secukupnya saja untuk memberi rasa enak.

Jangan dilupakan pantangan seperti makan gorengan, minum air dingin/es. Sementara masih batuk minum air hangat dulu ya..

sumber:dini.isnandi.net

Khasiat Asam Jawa untuk Obat


Asam jawa atau dalam istilah latinnya Tamarindus Indica banyak digunakan dalam masakan, minuman dan juga obat-obatan alami. Yang dimanfaatkan biasanya buah matang. Anda bisa membeli yang sudah dikupas dan dibuang bijinya. Pilih yang berwarna terang dan tidak ditumbuhi kapang (jamur putih). Jika digunakan sebagai obat luar, gunakan asam kawak yaitu asam jawa yang berwarna hitam.



Khasiat dan Manfaat Asam Jawa

Selain digunakan sebagai penambah rasa dalam masakan, asam jawa juga mempunyai khasiat dan manfaat sebagai berikut:

*
Menambah nafsu makan
*
Pencahar ringan
*
Menyejukkan badan dan menurunkan demam.
*
Sebagai obat luar, asam jawa dipakai menapal radang kulit/memar untuk mempercepat penyembuhan.



Pengobatan di Rumah dengan Asam Jawa

Cara menggunakan asam jawa sebagau pengobatan di rumah cukup mudah, yaitu dengan;

*
Berkumur dengan air asam jawa setiap dua jam membantu menyembuhkan sariawan. Lakukan lebih sering jika sariawan sudah sangat mengganggu. Seduh asam jawa dengan air mendidih, saring setelah dingin. Perbaiki gizi makanan sehari-hari. Makan buah-buahan lebih banyak, pilih berat berkulit ari (beras tumbuk/slip kasar) dan roti dari tepung gandum untuh (whole wheat).
*
Seduh 1 sendok makan asam jawa dengan 1 gelas air mendidih. Bubuhi 1/4 sendok teh garam, bisa ditambah dengan gula/madu agar lebih nikmat, aduk, lalu tutup. Diamkan hingga suam-suam kuku, saring lalu minum. Untuk mengobati campak, menurunkan demam sambil mengeluarkan keringat, mengatasi sembelit, menghilangkan gatal-gatal karena alergi, bisa diminum hangat maupun sejuk (setelah disimpan dalam lemari es) sebagai minuman penyegar dan penambah nafsu makan.
*
Haid tidak lancar dan nyeri dapat diatasi dengan minum sari asam yang dibubuhi dengan sari perasan kunyit parut. Minum setiap pagi dan sore 1/2 gelas air asam, seminggu menjelang haid. Setelah haid , hentikan minum sari asam.
*
Untuk mengobati jerawat, bisul, eksim, borok, dan radang karena keseleo, oleskan param asam. Buat dari 100 gram asam jawa dan 1/2 sendoh teh garam, bubuhi sedikit air masak, remes-remes hingga menjadi bubur pekat. Ramuan bisa pula ditapalkan, lalu dibungkus dengan kain/perban. Param asam bisa juga digunakan untuk menghilangkan rasa capek.



Satu hal yang perlu mendapatkan perhatian adalah Wanita hamil, terutama yang sedang hamil muda (usia kandungan kurang dari tiga bulan), dilarang meminum ramuan asam jawa karena dapat mengakibatkan keguguran.

sumber:sweetspearls.com

Obat Demam Anak Alami dari Dapur Anda


Sebagai langkah pertolongan pertama, obat tradisional dapat diandalkan untuk mengatasi demam.

BANYAK orangtua panik bila mendapati suhu tubuh anaknya di atas rata-rata atau sering disebut demam. Sebagai pertolongan pertama, umumnya diberikan obat penurun panas yang berbahan dasar kimia seperti golongan parasetamol, asam salisilat, ibuprofen, dan lain-lain. Jarang sekali orangtua yang langsung teringat memberikan obat-obatan tradisional.

Padahal, obat-obatan tradisional yang berasal dari tanaman obat ini tak kalah ampuhnya sebagai pengusir demam. Malah, obat-obatan tradisional memiliki kelebihan, yaitu toksisitasnya relatif lebih rendah dibanding obat-obatan kimia. Jadi, relatif lebih aman, bahkan tidak ada efek samping bila penggunaannya benar. Soalnya, kandungan tanaman obat bersifat kompleks dan organis sehingga dapat disetarakan dengan makanan, suatu bahan yang dikonsumsi dengan maksud merekonstruksi organ atau sistem yang rusak. Selain itu, harganya pun lebih murah.

Tiga Jenis Demam

Namun, sebelum mengenal lebih jauh tentang tanaman obat penurun panas, perlu dipahami lebih dulu pengertian demam. Demam pada anak dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu:

1. Demam karena infeksi yang suhunya bisa mencapai lebih dari 38�C. Penyebabnya beragam, yakni infeksi virus (seperti flu, cacar, campak, SARS, flu burung, demam berdarah, dan lain-lain) dan bakteri (tifus, radang tenggorokan, dan lain-lain).

2. Demam noninfeksi, seperti kanker, tumor, atau adanya penyakit autoimun seseorang (rematik, lupus, dan lain-lain).

3. Demam fisiologis, seperti kekurangan cairan (dehidrasi), suhu udara yang terlalu panas, dan lain-lain.

Nah, dari ketiganya, hanya demam yang disebabkan oleh infeksi dan noninfeksi sajalah yang memerlukan obat penurun panas. Untuk mempercepat proses penurunan panasnya, selain ramuan tradisional yang diminum, dapat juga diberikan baluran atau kompres untuk membantu.

Akan halnya demam fisiologis, tak diperlukan obat-obatan penurun panas karena umumnya jarang melebihi 380�C. Untuk menurunkan suhu tubuh, cukup diberikan minum yang banyak dan diusahakan berada dalam ruangan berventilasi baik atau berpendingin.

Aneka Obat Tradisional Penurun Panas

Inilah beberapa pilihan obat penurun panas tradisional yang dapat dicoba. Penting diperhatikan, dosis yang tercantum pada ramuan berikut adalah dosis untuk orang dewasa. Bila ingin diberikan kepada anak, bacalah aturan dosis bagi anak dan sesuaikan dengan tingkatan usianya. (Lihat boks: Dosis Aman untuk Anak.)

1. Lempuyang Emprit (Zingiber amaricans)

Memiliki kandungan senyawa minyak atsiri, yaitu sekuiterpenketon yang bermanfaat untuk menurunkan panas. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya putih kekuningan dan rasanya pahit.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi lempuyang emprit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sendok makan (sdm) madu bunga kapuk, aduk rata. Berikan 3 kali sehari.

2. Kunyit (Curcuma longa)

Memiliki kandungan minyak atsiri, curcumin, turmeron dan zingiberen yang dapat bermanfaat sebagai antibakteri, antioksidan, dan antiinflamasi (anti-peradangan). Selain sebagai penurun panas, campuran ini juga dapat meningkatkan daya tahan tubuh. Umumnya yang digunakan adalah rimpangnya; warnanya oranye.

Caranya: Cuci bersih 10 gram umbi kunyit. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Tambahkan dengan perasan 1/2 buah jeruk nipis. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian campuran madu dan kunyit ini, kemudian berikan 3 kali sehari.

3. Sambiloto (Andrographis paniculata)

Seluruh bagian tanamannya dapat digunakan. Memiliki kandungan andrografolid lactones (zat pahit), diterpene, glucosides dan flavonoid yang dapat menurunkan panas. Bahkan pada tahun 1991 pernah diadakan penelitian di Thailand bahwa 6 g sambiloto per hari sama efektifnya dengan parasetamol.

Caranya: Rebus 10 gram daun sambiloto kering, 25 g umbi kunyit kering (2,5 ibu jari), dan 200 cc air. Rebus hingga mendidih dan airnya tinggal 100 cc, kemudian saring. Setelah hangat, tambahkan 100 cc madu bunga kapuk atau mahoni, aduk rata. Bagi menjadi 3 bagian, berikan 3 kali sehari.

4. Pegagan (Centella asiatica L.)

Tumbuhan yang dikenal pula dengan nama daun kaki kuda ini tumbuh merayap menutupi tanah. Daunnya berwarna hijau dan berbentuk seperti kipas ginjal. Memiliki kandungan triterpenoid, saponin, hydrocotyline, dan vellarine. Bermanfaat untuk menurunkan panas, revitalisasi tubuh dan pembuluh darah serta mampu memperkuat struktur jaringan tubuh. Pegagan juga bersifat menyejukkan atau mendinginkan, menambah tenaga dan menimbulkan selera makan.

Caranya : Rebus 1 genggam pegagan segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

5. Temulawak (Curcuma xanthorhiza Roxb.)

Penampilan temulawak menyerupai temu putih, hanya warna bunga dan rimpangnya berbeda. Bunga temulawak berwarna putih kuning atau kuning muda, sedangkan temu putih berwarna putih dengan tepi merah. Rimpang temulawak berwarna jingga kecokelatan, sedangkan rimpang bagian dalam temu putih berwarna kuning muda.

Temulawak memiliki zat aktif germacrene, xanthorrhizol, alpha betha curcumena, dan lain-lain. Manfaatnya sebagai antiinflamasi (antiperandangan), antibiotik, serta meningkatkan produksi dan sekresi empedu. Temulawak sejak dahulu banyak digunakan sebagai obat penurun panas, merangsang nafsu makan, mengobati sakit kuning, diare, mag, perut kembung dan pegal-pegal.

Caranya : Cuci bersih 10 gram rimpang temulawak. Parut dan tambahkan 1/2 gelas air panas, aduk rata. Setelah dingin, peras, ambil sarinya. Campur dengan 2 sdm madu bunga kapuk, aduk rata. Bagi menjadi 3 campuran madu dan temulawak, kemudian berikan 3 kali sehari.

6. Bawang merah (Allium cepa L.)

Bawang merah sering digunakan sebagai bumbu dapur. Memiliki kandungan minyak atsiri, sikloaliin, metilaliin, kaemferol, kuersetin, dan floroglusin.

Caranya: Kupas 5 butir bawang merah. Parut kasar dan tambahkan dengan minyak kelapa secukupnya, lalu balurkan ke ubun-ubun dan seluruh tubuh.

7. Daun kembang sepatu (Hibiscus rosa sinensis)

Selain daun kembang sepatu, Anda juga dapat memanfaatkan daun kapuk atau daun sirih. Kembang sepatu mengandung flavonoida, saponin dan polifenol. Daun kapuk mengandung flavonoida, saponin dan tanin. Daun sirih mengandung flavonoida, saponin, polifenol, dan minyak atsiri.

Caranya: Cuci bersih daunnya, keringkan dengan lap bersih, panaskan sebentar di atas api agar lemas. Remas-remas sehingga lemas, olesi dengan minyak kelapa, kompreskan pada perut dan kepala.

8. Meniran (Phyllanthus niruri L.)

Tinggi tanamannya mencapai 1 meter, tumbuh liar, daunnya berbentuk bulat tergolong daun majemuk bersirip genap. Seluruh bagian tanaman ini dapat digunakan. Memiliki kandungan lignan, flavonoid, alkaloid, triterpenoid, tanin, vitamin C, dan lain-lain. Bermanfaat untuk menurunkan panas dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Caranya: Rebus 1 genggam meniran segar dengan 2 gelas air hingga mendidih dan airnya tinggal 1 gelas. Bagi menjadi 3 bagian dan diminum 3 kali sehari.

9. Air kelapa muda

Air kelapa muda banyak mengandung mineral, antara lain kalium. Pada saat panas, tubuh akan mengeluarkan banyak keringat untuk menurunkan suhu tubuh. Nah, untuk menggantikan keringat yang keluar, perbanyaklah minum air kelapa.

Dosis Aman untuk Anak

Penggunaan tanaman obat dengan dosis yang tepat tidak akan menimbulkan efek samping dan aman. Berikut dosis yang direkomendasikan untuk anak:

Usia Dosis

Bayi 1/8 dosis dewasa

2�-5 tahun 1/4 dosis dewasa

6�-9 tahun 1/3 dosis dewasa

10-13 tahun 1/2 dosis dewasa

14-16 tahun 3/4 dosis dewasa

Penulis: Utami Sri Rahayu (sumber:kompas.com)

Khasiat Belimbing Wuluh


Kebanyakan orang mengenal belimbing wuluh hanya sebagai tanaman pekarangan. Padahal, tanaman tropis ini juga dapat digunakan untuk mengobati beragam penyakit.

Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbil) termasuk suku atau familia Oxalidaceae. Tumbuh di daerah dengan ketinggian hingga 500 meter di atas permukaan laut. Dapat ditemui di tempat yang banyak terkena sinar matahari langsung tetapi cukup lembab.

Memang, sosok tanaman ini kurang menarik. Selama ini orang mengambil manfaat belimbing wuluh hanya sebagai sirup, manisan atau bumbu masak.

Padahal secara tradisional tanaman ini banyak dimanfaatkan untuk mengatasi berbagai penyakit seperti batuk, diabetes, rematik, gondongan, sariawan, sakit gigi, gusi berdarah sampai tekanan darah tinggi.

Bagian yang biasa digunakan adalah buah, batang, daun dan bunganya. Keempat bagian tersebut banyak mengandung senyawa yang berkhasiat. Diantaranya adalah saponin, tannin, glukosida, hingga kalsium. Salah satu yang paling dikenal orang belimbing wuluh sebagai obat sariawan. Konon rasanya yang masam mengandung vitamin C yang tinggi, caranya dengan mengunyah atau ditempelkan pada bagian yang sariawan.

Khasiat lain adalah sebagai obat asma atau sesak nafas. Cukup dengan merebus bunga belimbing wuluh dengan air dan gula batu. Lalu diminum sehari 2-3 kali sehari samapai asama dan alerginya sembuh. Belimbing wuluh juga mampu mengobati batuk kering, kandungan kaliumnya mampu melancarkan dahak dan menurunkan panas.

Sementara bagi penderita hipertensi, atasi juga dengan belimbing wuluh yakni dengan merebus 3 buah belimbing wuluh yang diiris dengan 3 gelas air sampai tinggal setengahnya. Kemudian saring dan minum di pagi hari.

Adapun khasiat dari belimbing wuluh adalah sebagai berikut :
1. JERAWAT
Untuk mengobati jerawat siapkan 3 buah belimbing wuluh segar. Cuci hingga bersih. Buah diparut dan diberi sedikit garam. Tempelkan pada kulit yang berjerawat. Lakukan 2 kali sehari. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan air garam secukupnya, untuk menggosok muka yang berjerawat. Kakukan 3 kali sehari.
Atau siapkan 6 buah belimbing wuluh dan � sendok the bubuk belerang, digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis. Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.
2. TEKANAN DARAH TINGGI
Siapkan 3 buah belimbing wuluh dan biji srigading 25 gr yang sudah dicuci bersih. Biji srigading ditumbuk halus. Masukkan ke dalam panic berisi 4 gelas air dan rebuslah bersama belimbing wuluh. Dinginkan lalu saring sebelum diminum. Cukup diminum 1 gelas sehari.
Buah yang besar dan berwarna hijau diparut, ambil airnya dan diminum. Atau bisa juga dengan cara menyiapkan 3 buah belimbing wuluh yang dicuci lalu dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 3 gelas air bersih sampai tinggal tersisa 1 gelas. Setelah dingin disaring, minum setelah makan pagi.
10 buah belimbing wuluh, 1 jari rimpang kunyit, � genggam daun meniran, 3 jari labu air, 3 jari gula enau, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, lalu rebus dengan 3 gelas air bersih sampai tersisa 2 � gelas. Setelah dingin saring dan diminum. Sehari 3 x � gelas

3. OBAT BATUK
Daun, bunga, buah yang masing-masing sama banyaknya direbus dalam air yang mendidih selama � jam, dan minum airnya. Segenggam daun belimbing wuluh, segenggam bunga dan 2 buah belimbing, gula batu, rebus dengan 2 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.
Untuk batuk pada anak, ambillah 25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu giring, 1 jari kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, � genggam pegagan, � genggam daun saga, � genggam daun inggu, � genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 � gelas. Setelah dingin saring, diminum dengan madu seperlunya. Sehari 3 kali � gelas.

4. DIABETES
Sementara untuk anda yang menderita diabetes, siapkan 6 buah belimbing wuluh, lalu dilumatkan, direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, minum 2 kali sehari.

5. GONDONGAN
� genggam daun belimbing wuluh ditumbuk dengan 3 bawang putih. Kompreskan pada bagian yang gondongan. 10 ranting muda belimbing wuluh berikut daunnya dan 4 butir bawang merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ke tempat yang sakit.

6. REMATIK
Segenggam daun belimbing wuluh dicuci, tumbuk sampai halus, tambahkan kapur sirih, gosokkn ke bagian yang sakit.
100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi ke tempat yang sakit.
Atau bisa juga dengan cara menyiapkan 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia Champaca L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan 1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.

7. PEGAL LINU
1 genggam daun belimbing wuluh yang masih mudah, 10 biji cengkeh, 15 biji lada, digiling halus lalu ditambahkan cuka secukupnya. Lumurkan ketempat yang sakit.

8. PANU
10 buah belimbing wuluh dicuci lalu diling halus, tambahkan kapur sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.

sumber:sweetspearls.com

Khasiat Tanaman Kencur untuk Obat


Jamu merupakan produk tradisional Indonesia yang cukup digemari. Salah satunya jamu beras kencur. Bahan utamanya kencur, ditumbuk bersama beras dan sedikit gula, ditambah air sebagai pengencer. Rasanya memang sedap. Khasiatnya? Jangan tanya, beberapa saat setelah meneguknya penat dan nyeri-nyeri di badan hilang. Insya Allah tidak terasa capek lagi, fresh!

Lagipula masih ada lagi khasiatnya, nafsu makan bertambah, peredaran darah terasa lancer, walhasil tenagapun bertambah. Begitukah khasiat kencur? Atau Cuma sebatas sugesti?

Kencur (Kaempferia galanga) termasuk suku tumbuhan Zingiberaceae dan digolongkan sebagai tanaman jenis empon-empon yang mempunyai daging buah paling lunak dan tidak berserat. Kencur merupakan terna kecil yang tumbuh subur di daerah dataran rendah atau pegunungan yang tanahnya gembur dan tidak terlalu banyak air. Rimpang kencur mempunyai aroma yang spesifik. Daging buah kencur berwarna putih dan kulit luarnya berwarna coklat. Jumlah helaian daun kencur tidak lebih dari 2-3 lembar dengan susunan berhadapan. Bunganya tersusun setengah duduk dengan mahkota bunga berjumlah antara 4 sampai 12 buah, bibir bunga berwara lembayung dengan warna putih lebih dominan. Kencur tumbuh dan berkembang pada musim tertentu, yaitu pada musim penghujan. Kencur dapat ditanam dalam pot atau di kebun yang cukup sinar matahari, tidak terlalu basah dan di tempat terbuka.

Nama Lokal :
Kencur (Indonesia, Jawa), Cikur (Sunda), Ceuko (Aceh); Kencor (Madura), Cekuh (Bali), Kencur, Sukung (Minahasa); Asauli, sauleh, soul, umpa (Ambon), Cekir (Sumba);

Indentitas Kencur
Kencur adalah istilah orang Jawa untuk menyebut jenis rimpang ini, kalau orang Aceh memanggilnya Ceuko, nama ilmiahnya sih keren namun agak susah untuk menghafalnya yaitu Kaempferia galangal. Dia termasuk kerabat jahe-jahean (gamilia Zingiberaceae), jadi masih saudaranya kunir, jahe, kunci, dan semacamnya.

Seperti saudaranya yang lain -namanya juga masih saudara, kencur punya kemiripan di sana-sini- tumbuh tanpa batang dan membentuk rimpang di dalam tanah. Rimpang inilah bagian tubuhnya yang paling penting, karena manfaatnya. Tanaman kencur dapat hidup dimana saja, asalkan tanahnya gembur dan subur, dengan sedikit naungan.

Khasiat Kencur

Rimpang kencur bermanfaat sebagai sumber minyak atsiri, penyedap makanan, minuman, juga bahan jamu dan obat. Minyak atsiri dalam kencur berupa sineol, asam metal kanil, dan pendekaan. Minyak atsiri ini bias diperoleh dengan cara menyuling rimpangnya.

Hebat juga minyak kencur di dalam kencur ini! Berdasarkan analisis laboratorium, minyak atsiri dalam rimpang kencur mengandung kurang lebih 23 macam senyawa. Tujuh belas di antaranya mengandung senyawa aromatic, monoterpena, dan seskuiterpena. Nah, dia yang disebut terakhir ini punya efek mengurangi dan menghilangkan rasa nyeri (daya analgesic). Kencur juga bersifat stimulant, sehingga bias sebagai penambah tenaga. Selain itu juga bersifat karminatif atau meluruhkan angina, jadi menghilangkan kembung di perut.

Di Cina, kencur digunakan untuk obat berbagai penyakit, selain sakit gigi juga memar, nyeri dada, sakit kepala, dan sembelit. Kabarnya, kencur juga bias untuk mengobati tetanus, radang lambung, muntah-muntah, panas dalam, serta keracunan. Subhanallah.

Khasiat Buah Jeruk untuk Obat


Dalam kehidupan sehari-hari, kita tidak asing lagi dengan buah jeruk. Selain enak rasanya, buah jeruk juga mengandung vitamin C. buah yang memiliki keragaman jenis yang cukup kaya ini, menyimpan berbagai manfaat bagi manusia. Diantaranya dalam pembuatan minyak wangi, karena kandungan minyaknya yang beraroma sangat tajam.

Khasiat Buah Jeruk Dalam Thibbunnabawi
Rasulullah bersabda, �Permisalan seorang mukmin yang membaca Al-Qur�an ialah seperti buah jeruk, rasanya manis dan aromanya harum� (HR. Bukhari 8/59 dan Muslim (797)

Utruj (jeruk) memiliki banyak manfaat. Ia tersusun dari beberapa unsure, meliputi: Kulit, daging buah, zat asam dan biji. Diantara manfaat kulit jeruk ialah jika diletakkan pada pakaian dapat mencegah ngengat atau tunggau. Aromanya bisa menetralisir udara kotor. Apabila ditahan di mulut bisa mengharumkan atau mengurangu bau mulut tak sedap, serta membantu proses pencernaan jika digunakan dalam campuran makanan. Penulis kitab Al-Qanun mengatakan, �Perasan kulitnya dapat digunakan sebagai pembalut luka, abu dari kulitnya merupakan penggosok yang baik terhadap lepra.�

Adapun daging buahnya bermanfaat untuk mengurangi panas perut. Juga bermanfaat bagi penderita penyakit empedu. Al Ghafiqi menuturkan, �Memakan dagingnya bermanfaat terhadap wasir (sembelit).�

Sedangkan mengenai manfaat bijinya, Ibnu Marwaih mengatakan, �Khasiat bijinya bermanfaat terhadap bisa (racun) yang mematikan, dengan cara meredam biji tersebut dalam air hangat. Kemudian air redaman biji tadi diminum seukuran dua mitsqal (dua timbangan) masing-masing seberat kira-kira dua puluh lima gram. Juga akan sangat bermanfaat apabila biji tersebut dilumat dan diletakkan pada bagian tubuh yang terkena sengatan.�

Yang lainmengatakan, �Khasiat biji sitrun bermanfaat terhadap sengatan kalajengking, dengan cara meminum dua mitsqal air rendaman biji yang diperoleh dengan merendam biji tadi dalam air hangat. Juga bermanfaat jika ia dilumatkan dan diletakkan pada tempat sengatan.�

Sedangkan yang lain mengatakan, �Bijinya bermanfaat terhadap segala yang terkena racun dan segala sengatan beragam jenis serangga.�

Karena manfaatnya yang demikian banyak, maka pantaslah jika buah jeruk dijadikan permisalan bagi eksistensi seorang mukmin yang gemar membaca Al-Qur�an.

Khasiat Jeruk Manis (Citrus Aurantium)
Jenis ini sering dikonsumsi manusia sebagai buah pencuci mulut. Mengandung kadar gula dan vitamin C cukup tinggi, sehingga sangat baik bagi pertahanan tubuh, pengobatan panas dalam serta sariawan.

Sering mengkonsumsinya, terutama bagi anak-anak, memberikan efek sangat baik bagi daya tahan tubuh, sehingga tubuh tidak mudah terserang penyakit.

Khasiat Jeruk Nipis (Citrus Aurantifolia Swingle)
Tidak sebatas hanya sebagai bagian dari bahan dapur atau bahan kosmetik semisal shampo, jeruk nipis juga bermanfaat dalam pengobatan penyakit. Sebagai obat tradisional yang tentunya relative mudah diperoleh, murah, praktis, alamiah serta tidak menimbulkan efek samping bagi pemakainya.

Berikut ini adalah beberapa manfaat jeruk nipis dalam kehidupan sehari-hari.

Insya Allah dapat menyembuhkan penyakit batuk tanpa demam
Cara membuat ramuannya: jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya. Kemudian tambahkan madu sebanyak perasan air jeruk. Aduk kedua bahan hingga tercampur rata. Minum tiga kali sehari dengan dosis satu sebdok makan untuk orang dewasa dan setengah sendok teh untuk anak-anak.

Obat batuk disertai pilek
Bahan yang diperlukan: satu buah jeruk nipis, minyak kayu putih dan kapur sirih.

Jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya. Tambahkan minyak kayu putih dan kapur sirih sebanyak perasan. Setelah ketiga bahan tercampur oleskan pada dada, leher dan punggung penderita sakit batuk pilek.

Sakit demam pada anak-anak
Bahan yang diperlukan: satu buah jeruk nipis, tiga suing bawang merah, satu suing bawang putih, satu sendok , minyak kelapa dan garam secukupnya.

Caranya: jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya. Bawang merah dan bawang putih diparut kemudian ditambahkan garam dan minyak kelapa, aduk hingga tercampur rata. Campurkan air jeruk nipis dan parutan bawang yang telah bercampur dengan minyak kelapa dan garam tadi. Kompreskan secara merata pada dahi terutama ubun-ubun.

Obat panas, menggigil, dingin
Bahan: satu buah jeruk nipis, setengah pelepah daun papaya, kencur satu ruas jari.

Cara membuat ramuan: Jeruk nipis dibelah dicampur dengan daun papaya dan kencur. Ketiga bahan direbus dengan tiga gelas air. Rebus ramuan hingga tersisa satu gelas dan saring airnya untuk diminum tiga gelas sehari sebabyak setengah gelas.

Obat batuk secara umum
Bahan: Satu buah jeruk nipis, kecap dan madu secukupnya.

Cara membuat ramuan : Jeruk nipis dipotong dan diperas diambil airnya, kemudian dicampur dengan kecap dan madu sama banyaknya. Aduk sampai rata. Minumkan pada penderita sehari sekali satu sendok makan. Apabila untuk anak-anak, tiga kali sehari satu sendok teh.

Demikian sekelumit pembahasan tentang alternative pengobatan dengan jeruk. Semoga dapat memberikan kiat jitu nagi pembaca mengahadapi harga obat yang kian melambung dewasa ini. Satu hal yang perlu juga untuk diperhatikan, apabila dalam pengobatan dengan ramuan tersebut diatas timbul reaksi tubuh, misalnya reaksi kulit serta sakit perut dan diare, maka segera hentikan pengobatan.

sumber:apotik-online.blogspot.com