Jumat, 08 Juli 2011

Cara Atasi Ketombe dengan Tanaman Obat


Ketombe merupakan suatu pertumbuhan berlebihan kulit kepala tanpa peradangan. Gejala ketombe secara umum adalah adanya sisik-sisik putih pada kulit kepala, gatal, dan bisa juga disertai kerontokan rambut. Gejala kelainan yang muncul dapat bervariasi antar individu.

Disini ada beberapa Racikan bahan alami atau tanaman obat yang berguna untuk mengatasi ketombe:

1.Minyak kelapa
Tuang 1 sendok teh minyak kelapa di rambut, kemudian lakukan pemijatan lembut secara merata. Diamkan 15', kemudian bilas dengan sampho lembut, bila sampho yang keras akan melucuti kandungan minyak alami rambut kita. Lakukan perawatan satu minggu sekali.

2. Mayonese
Ratakan the pure mayonese pada rambut dan kulit kepala dengan kedua tangan. Bungkus rambut dengan handuk selama 15-20'. Keramas dengan sampho lembut hingga bersih.

3. Cuka apel
Asam pada cuka apel bisa menghilangkan minyak dan lemak. Jika masalah ketombe karena kulit kepala yang berminyak, gunakan cuka apel setiap kali selesai keramas. Campur 1/2 cangkir cuka ke dalam 1/4 cangkir air. Tidak perlu membilas, karena cuka tidak akan merusak rambut kita.

4. Teh chamomile
Teh ini membuat kulit kepala tetap lembab dan sehat. Seduh 3 kantung teh dengan air yang mendidih. Biarkan teh terendam salama 5' kemudian angkat kantung teh. Kemudian keramas dengan air teh yang masih hangat untuk membilas rambut.

5. Lidah buaya
Ambil 1 gumpal gel lidah buaya. Gosok pada kulit kepala hingga rata. Diamkan 10', kemudian bersihkan kepala.


6. Nanas
Bahan:
100 cc Air perasan jeruk purut
200 cc Air nanas
100 cc Santan kelapa

Cara pembuatan:
1. Campurkan semua bahan jadi 1.
2. Masukkan dalam wadah tertutup.
3. Gunakan sebagai shampo 3-4 kali seminggu.

Untuk resep dari buah mengkudu, simak resep Prof. H. M. Hembing Wijayakusuma dalam bukunya, Ramuan Lengkap Herbal Taklukkan Penyakit:

7. Mengkudu
Bahan 2-3 buah Mengkudu matang

Cara pembuatan:
1. Bersihkan buah mengkudu, lalu parut. Tambahkan sedikit air, aduk rata, lalu oleskan pada kulit kepala sambil pijat perlahan.
2. Oleskan lagi hingga merata, biarkan mengering, lalu bilas dengan air hingga bersih.
3. Lakukan 3 kali seminggu hingga gatal dan ketombe menghilang.

Sebenarnya, banyak produk instan yang mudah memakainya ada di pasaran, namun bila salah satu dari bahan di atas ada dan kita punya waktu dan kemauan kuat, tidak ada salahnya untuk dicoba bukan! Apapun ramuan anti ketombe yang ada akan tidak berarti apa-apa jika kita melakukannya tidak secara sungguh-gungguh. Tunggu apalagi, jangan biarkan si putih yang menjengkelkan itu bersarang di kepala.

diambil dari berbagai sumber

Khasiat Cabe Rawit




Setelah membahas khasiat daun anyang, kita lanjut ke cabe rawit. Cabai rawit memang pedas. Namun, pendamping tempe goreng ini memiliki banyak khasiat pengobatan. Bukan cuma rematik, radang beku atau frostbite yang sering terjadi di daerah ketinggian atau bersalju itu pun bisa diatasi.

enurut Dr Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing, Jakarta, cabai rawit merah berkhasiat sebagai tonik dan stimulan kuat untuk jantung dan aliran darah, juga obat rematik. Gilingan cabai rawit dapat menghancurkan bekuan darah (antikoagulan) dan mengatasi gangguan rematik dan radang beku. Cabai rawit bisa meningkatkan nafsu makan (stomakik), perangsang kulit, peluruh kentut (karminatif), serta peluruh keringat (diaforetik), air liur, dan air kencing (diuretik).

Saat disantap, rasa pedas di lidah dapat menimbulkan rangsangan ke otak untuk mengeluarkan endorfin (opiate endogen). Hasilnya, rasa sakit hilang dan timbul perasaan lebih sehat. Pada sistem reproduksi, sifatnya yang panas dapat mengurangi rasa tegang dan sakit akibat sirkulasi darah yang buruk.

Masalahnya, tidak setiap orang boleh mengonsumsi cabai rawit secara berlebihan. Pengidap sakit tenggorokan, sakit mata, dan penderita gangguan saluran pencernaan, kata Dr Setiawan, tidak dianjurkan mengonsumsi cabai rawit.

Dr Setiawan menambahkan, cabai rawit indikasinya digunakan untuk menambah nafsu makan, menormalkan kembali kaki dan tangan yang lemas, melegakan rasa hidung tersumbat pada sinusitis, mengurangi batuk berdahak, dan meredakan migrain.

Empat Resep Ramuan La Jiao
Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mendapatkan khasiat cabai rawit. Bisa dengan cara merebusnya atau dibuat bubuk dan pil. Untuk pemakaian luar, cukup dengan merebusnya, lalu uapnya dipakai memanaskan bagian tubuh yang sakit.

Cara lain, kata Dr Setiawan, dengan menggiling cabai rawit hingga halus, kemudian membalurkannya di bagian yang sakit. Cara terakhir ini bisa digunakan untuk gangguan rematik dan frostbite (jari nyeri karena kedinginan). Daunnya bisa digiling untuk dibalurkan di daerah yang sakit guna mengatasi sakit perut dan bisul.

Berikut empat resep yang ditawarkan Dr Setiawan:
1. Rematik
Bahan: 15 cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih, 1 jeruk nipis
Pemakaian: Cabai rawit digiling hingga halus, jeruk nipis dibelah dua, ambil airnya. Campur gilingan cabai, kapur sirih, dan perasan jeruk nipis, aduk hingga rata. Balurkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit. Lakukan hingga penyakit sembuh.

2. Sakit perut
Bahan: 15 gr daun muda cabai rawit, 1/2 sendok teh kapur sirih
Pemakaian: Cuci bersih daun cabai, giling hingga halus. Tambahkan kapur sirih, aduk hingga rata. Balurkan ramuan pada bagian perut yang sakit. Lakukan pengobatan 1-2 kali saja.

3. Kaki dan tangan lemas (lumpuh)
Bahan: 2 bonggol akar cabai rawit, 15 pasang cakar ayam, 60 gr kacang tanah, 6 butir hungcao
Pemakaian: Bersihkan semua bahan, lalu potong-potong seperlunya. Tambahkan air dan arak sama banyaknya hingga bahan-bahan terendam kira-kira 1 cm di atasnya. Ramuan tersebut dimasak dengan cara ditim. Setelah dingin, saring airnya, minum sehari dua kali, masing-masing setengah dari ramuan tersebut.

4. Frostbite
Bahan: 5 cabai rawit segar
Pemakaian: Buang biji cabai rawit, giling hingga halus. Balurkan ke bagian yang sakit.

kompas.com

Kamis, 26 Mei 2011

Daun Anyang-anyang Obat Biang Keringat




Daun anyang-anyang bisa digunakan baik pada bayi ataupun pada orang dewasa.

Biang Keringat adalah ruam kulit yang disebabkan tersumbatnya kelenjar-kelenjar peluh pada dada, ketiak, lilitan pinggang, lipatan paha, dan punggung.

Gejala biang keringat adalah dengan timbulnya bintik-bintik putih atau merah pada kulit yang menimbulkan rasa gatal, terutama di dada, di leher, dan di punggung yang tertutup pakaian.

Cara Mencegah Timbulnya Biang Keringat

* Jika terjadi pada bayi, mandikan bayi dengan teratur, 1 atau 2 kali setiap hari.
* Gunakan pakaian yang longgar dan mudah menyerap keringat, seperti katun.
* Perbaiki sirkulasi udara pada ruangan.

Cara Mengobati Biang Keringat

Berikut ini beberapa alternatif untuk mengatasi biang keringat

Bahan:
- Daun Anyang-anyang (secukupnya)

Pemakaian:
Tumbuk daun anyang-anyang hingga halus, kemudoan peras hingga keluar getahnya. Oleskan getah tersebut pada bagian yang terkena biang keringat.

Selain dengan obat tradisional biang keringat diatas, anda juga bisa menggunakan Bedak Salicyl yang dicampur dengan air (seperti bedak dingin).

Tambahan:

Anyang-Anyang

Nama IIlmiah:
(Elaeocarpus grandiflorus J.E. Smith)

Nama Daerah:
Rejasa, Ki Ambit, Maitan, Kemaitan, Raja sor.

Kandungan Kimia:
Anyang-anyang memiliki rasa sangat pahit dan bersifat sejuk. Beberapa bahan kimia yang terkandung dalam anyang-anyang di antaranya minyak terbang, zat samak, dan ubar merah pada bunga. Bagian buahnya mengandung saponin, zat pahit, dan elakorpit.

Semoga Tips Mengatasi Biang Keringat Diatas bisa bermanfaat bagi anda maupun bayi anda yang mengalami biang keringat.

sumber:gerry-tk.blogspot.com

Jumat, 06 Mei 2011

Khasiat yang Tersembunyi dari Harumnya Buah Durian


Durian / king of fruit merupakan tanaman buah berupa pohon. Sebutan durian diduga berasal dari istilah Melayu yaitu dari kata duri yang diberi akhiran -an sehingga menjadi durian. Kata ini terutama dipergunakan untuk menyebut buah yang kulitnya berduri tajam.Tanaman durian berasal dari hutan Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan yang berupa tanaman liar. Penyebaran durian ke arah Barat adalah ke Thailand, Birma, India dan Pakistan. Buah durian sudah dikenal di Asia Tenggara sejak abad 7 M.

KHASIATNYA:
BUAH : untuk mencegah dampak dari extensic aging (faktor penuaan dari luar) meningkatkan tekanan darah(zat besi),buah dan akarnya berkhasiat untuk mengatasi bengkak, penyakit kulit, dan penyakit kuning.

KULIT : dapat digunakan sebagai obat pengusir nyamuk, untuk mengobati ruam pada kulit (sakit kurap) dan susah buang air besar (sembelit). Kulit buah ini pun biasa dibakar dan abunya digunakan dalam ramuan untuk melancarkan haid. Selain itu kulit durian dapat dipakai sebagai bahan abu gosok yang bagus, dengan cara dijemur sampai kering dan dibakar sampai hancur.

DAUN : Air seduhan daun durian di Malaysia digunakan sebagai antipiretik (pereda demam). Deskripsi tentang khasiat durian itu tercatat dalam kumpulan tulisan Burkill dan Haniff tahun 1930. Caranya, jus daunnya ditempelkan di dahi atau air rebusan daunnya diminum. Selain itu, ekstrak daun,

Di Jawa, durian diyakini memiliki kualitas sebagai afrodisiak. Di beberapa negara di Asia, durian dipercaya memiliki properti yang menyebabkan keluarnya banyak keringat. Pengidap tekanan darah tinggi dan wanita hamil dianjurkan untuk tidak makan durian karenanya.

Pada ababd ke-18 Rumphius menyarankan untuk tidak minum alkohol sehabis makan durian karena bisa menyebabkan napas berbau dan gangguan cerna. Pada tahun 1981 J.R. Croft menulis dalam Bombacaceae: In Handbooks of the Flora of Papua New Guinea, rasa tidak nyaman atau sakit terjadi jika makan durian dan minum alkohol secara berdekatan.

KANDUNGAN GIZI:
Sodium, karbohidrat, serat, protein, kalsium, fosfor, karoten, potasium, zat besi, vitamin c, thiamin, niacin, riboflavin.�Gaya Hidup Sehat no 398/2-8 Maret 2007?.Setiap 100 g salut biji mengandung 67 g air, 28,3 g karbohidrat, 2,5 g lemak, 2,5 g protein, 1,4 g serat; serta memiliki nilai energi sebesar 520 kj. Durian juga banyak mengandung vitamin B1, B2, dan vitamin C; serta kalium, kalsium, dan fosfor.

sumber:kaskus

Selasa, 26 April 2011

Khasiat Kangkung Ternyata Banyak Sekali!


Sudah sejak lama orang mengenal mitos kangkung bikin ngantuk (jika dikonsumsi dalam jumlah banyak), karena zat besi yang dikandungnya atau karena serat kangkung sukar dicerna. Ternyata, anggapan ini salah!

Kenyataannya, semua daun yang memiliki klorofil mengandung zat besi di setiap inti selnya. Tetapi, kalau kita amati, tidak semua daun berklorofil membuat kita mengantuk, kan? Contohnya bayam, selada, sawi, katuk, dsb. Jadi, Fe atau zat besi bukan penyebab kantuk.

Bagaimana dengan serat kangkung?

Kangkung memang daun yang berserat dan cukup sulit untuk dicerna. Orang-orang selama ini sering beranggapan bahwa serat yang sulit dicerna ini menyebabkan tubuh kita membutuhkan lebih banyak oksigen. Logikanya, oksigen yang menuju kepala akhirnya diserap ke perut dan usus untuk membantu pencernaan kangkung. Tapi, lagi-lagi ini juga bukan penyebab kantuk!

Kangkung atau Ipomoea reptans terdiri dari dua varietas, yakni kangkung darat yang disebut kangkung cina dan kangkung air yang tumbuh secara alami di sawah, rawa, atau parit. Perbedaan antara kangkung darat dan kangkung air terletak pada warna bunga. Kangkung air berbunga putih kemerah-merahan, sedangkan kangkung darat berbunga putih bersih. Perbedaan lainnya terletak pada bentuk daun dan batang. Kangkung air berbatang dan berdaun lebih besar dibandingkan kangkung darat. Warna batangnya juga bebeda. Kangkung air berbatang hijau, sedangkan kangkung darat berbatang putih kehijau-hijauan. Selain itu, kangkung darat lebih banyak bijinya daripada kangkung air. Itulah sebabnya kangkung darat diperbanyak lewat biji, sedangkan kangkung air diperbanyak dengan menggunakan stek pucuk batang.


Tanaman kangkung berasal dari India, yang kemudian menyebar ke Malaysia, Birma, Indonesia, Cina Selatan, Australia, dan Afrika. Kangkung banyak ditanam di Pulau Jawa, khususnya di Jawa Barat. Kangkung termasuk suku Convolvulaceae atau keluarga kangkung-kangkungan, merupakan tanaman yang tumbuh cepat dan memberikan hasil dalam waktu 4-6 minggu sejak dari benih.


Kangkung memiliki kandungan gizi yang cukup tinggi. Selain mengandung vitamin A, B1, dan C, kangkung juga mengandung protein, kalsium, fosfor, besi, karoten, dan sitosterol.


Secara farmakologis, kangkung berperan sebagai antiracun (antitoksik), antiradang, peluruh kencing (diuretik), menghentikan perdarahan (hemostatik), dan sedatif (obat tidur).


Beberapa manfaat lain dari tanaman kangkung, yaitu:

* Mengurangi haid
Daun kangkung (kira-kira setengah kilogram) dicuci dan ditumbuk halus. Lalu tuangkan air setengah gelas. Kemudian saring dan tuangkan 1 sendok makan madu. Minum 1 kali sehari sekaligus.

* Mimisan
Seikat daun kangkung yang segar dicuci dan ditumbuk halus. Tambahkan sedikit gula dan seduh dengan segelas air panas. Setelah dingin, saring, minum 2 kali sehari.

* Sakit kepala
Seikat daun kangkung segar direbus dengan 2 gelas air hingga 1 gelas. Kemudian air hasil rebusan tersebut diminum.

* Ambeien
Segenggam akar kangkung dicuci dan direbus dengan 3 gelas air hingga tersisa setengahnya. Setelah dingin, minum setengah gelas sebanyak 2 kali sehari.

* Insomnia
Daun kangkung sering dikonsumsi dalam bentuk tumis kangkung tanpa batang.

* Sakit gigi
Segenggam akar kangkung ditambahkan setengah sendok teh cuka, kemudian direbus dengan 1 gelas air. Gunakan air rebusannya sekaligus 1 kali sehari.

* Melancarkan air seni
Segenggam akar kangkung direbus dengan 2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Minum air rebusannya sekaligus 1 kali sehari.

* Menghilangkan ketombe
Seikat daun kangkung direndam semalaman hingga airnya berwarna kebiruan. Lalu, keramas dengan air rendaman. Sebaiknya dilakukan setiap hari.

* Sembelit dan mual pada ibu hamil
Ibu hamil dianjurkan untuk sering mengonsumsi tumisan sayur kangkung.

* Gusi bengkak
200 gr akar kangkung dicuci bersih, lalu direbus dengan 200 cc air dan 200 cc cuka. Setelah hangat, air rebusan itu digunakan untuk kumur-kumur. Lakukan hal tersebut berulang-ulang.

* Kapalan
Bagian kulit yang menebal diolesi dengan getah kangkung dan lakukan setiap hari.

* Kulit gatal karena eksim
Daun kangkung segar dicuci, lalu direbus dengan air secukupnya sekitar 5 menit. Setelah hangat, pakai untuk mencuci bagian yang sakit. Lakukan setiap hari.

Semoga bermanfaat ya

berbagai sumber

Senin, 11 April 2011

Khasiat Seledri



Khasiat Seledri

Seledri tidak hanya untuk darah tinggi tapi juga banyak manfaatnya.

Tahun-tahun berlalu dalam hidup dan ginjal kita setia menyaring darah
dengan menyaring garam, racun dan zat yang tidak diinginkan masuk ke dalam
tubuh kita. Dengan berjalannya waktu, garam terakumulasi dan ini sebuah
perawatan pembersihan sangat diperlukan. Bagaimana kita bisa melakukannya?

Caranya sangat mudah, cukup dengan daun seledri gan

Berikut ini caranya

Pertama, ambil seikat daun seledri (parsley/malli
leaves/kothimbir/dhaniya) dan cuci sampai bersih.

Kemudian potong kecil-kecil dan masukkan ke dalam panci berisi air. Rebus
selama sepuluh menit dan dinginkan. Kemudian saring, masukkan ke dalam
botol yang bersih dan masukkan ke dalam kulkas.

Minum satu gelas setiap hari dan Anda akan melihat bahwa semua garam dan
racun yang menumpuk akan keluar melalui air seni. Anda juga akan merasakan
sebuah perbedaan dalam tubuh yang belum pernah Anda rasakan sebelumnya.

Daun seledri dikenal sebagai bahan pembersih yang terbaik untuk ginjal dan
ini adalah sebuah cara yang alami!

Selain itu, daun seledri jg bisa mencegah penyakit seperti :

- Reumatik
- Mata Kering (XEROFTALMIA)
- Tekanan darah Tinggi
- Batuk
- Alergi dan lain-lain

- Reumatik :

Potong 1 genggam daun dan batang seledri kecil-kecil, lalu rebus dalam 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminun sekaligus

- Mata Kering :

Makan daun seledri sebagai lalapan segar bersama-sama dengan makan nasi. Lakukan tiap hari. Cuci daun seledri, daun bayam dan daun kelor (Moringan oleifera lamk.) masing-masing 1/3 genggam sampai bersih, lalu giling sampai halus. Tambahkan garam dapur seujung sendok tea dan � cangkir air masak. Remas campuran ini sampai rata, kemudian peras dan saring. Minum air perasannya sekaligus, lakukan 3 kali sehari.

- Tekanan Darah tinggi :

Cuci 100 gr seledri seutuhnya sampai bersih, lalu tumbuk sampai halus. Tambahkan 1 cangkir air, lalu peras dan saring. Selanjutnya tim sampai mendidih. Setelah dingin, bagi untuk 2 kali minum, pagi dan siang hari. Atau cuci 16 batang seledri seutuhnya sampai bersih dan potong-potong secara kasar, lalu masukkan ke dalam panic email. Tambahkan 2 gelas air bersih lalu rebus sampai airnya tersisa � nya. Setelah dingin, airnya diminum dan seledrinya dimakan. Lakukan 2 kali sehari, masing-masing separuhnya.

- Bronkitis :

Cuci 60 gr seledri segar, 10 gr kulit jeruk mandarin kering dan 25 gr gula aren sampai airnya tersisa separuhnya. Setelah dingin saring dan air saringannya dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari, masing-masing � gelas.

- Batuk :

Cuci 30 gr seledri segar seutuhnya, lalu potong-potong seperlunya. Selanjutnya rebus dalam 3 gelas air bersih. Setelah dingin, saring dan tambahkan madu secukupnya. Gunakan ramuan ini untuk 2 kali minum, pagi dan sore hari.

- Kolik :

Sediakan 60 gr seledri segar seutuhnya, 1 ruas jari tangan jahe merah dan sepotong gula aren. Cuci bahan-bahan tersebut dan potong-potong seperlunya, lalu rebus dalam 2 gelas air bersih sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan air saringannya diminum sekaligus.

- Sebagai penyubur rambut :

Cuci 7-10 tangkai daun seledri sampai bersih, lalu tumbuk halus. Setelah dikeramas, gosokan tumbukan daun seledri tersebut ke kulit kepala dan rambut secara merata sambil dipijat ringan. Setelah selesai, bungkus rambut dengan handuk selama kurang lebh 1 jam. Selanjutnya, bilas rambut dengan air bersih. Lakukan seminggu sekali.

Segitu dulu gan tips kesehatan dari, selamat mencoba dan sayangi kesehatan Anda" semua...semoga bermanfaat

Sumber:kaskus.us

Rabu, 30 Maret 2011

Manfaat Jeruk Nipis Untuk Berbagai Penyakit


Jeruk Nipis ternyata tidak hanya di gunakan untuk mengatasi kolesterol, batuk dan radang tenggorokan saja, tapi bisa digunakan untuk mengobati berbagai macam penyakit. oke langsung aja kita cek penyakit apa sajakah itu :)

1. Amandel
Bahan : 1 buah jeruk nipis, 1 1/2 rimpang kunyit sebesar ibu jari
diparut dan 2 sendok makan madu;
Cara membuat : jeruk nipis diperas untuk diambil aimya, kunyit
diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian dioplos dengan
madu dengan ditambah 1/2 gelas air, diaduk sampai merata, dan
disaring;
Cara menggunakan: diminum 2 hari sekali secara teratur.

2. Malaria
Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1 sendok makan kecap, garam
secukupnya;
Cara membuat :jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian
dioplos dengan bahan lainnya dan disaring;
Cara menggunakan: diminum tiap pagi menjelang sarapan.

3. Ambeien
Bahan: 2 - 4 potong akar jeruk nipis;
Cara membuat: direbus dengan 1 1/2 liter air sampai mendidih
hingga tinggal 1 liter, kemudian disaring;
Cara menggunakan : diminum setiap sore weara teratur.

4. Sesak Nafas
Bahan: 1 buah jeruk nipis, 2 siung bawang merah, 1 butir telur ayam
kampung, 1 sendok teh bubuk kopi, 1 potong gula batu,
Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, bawang
merah diparut kemudian dicampur dengan bahan lainnya dan
diseduh dengan air panas secukupnya, diaduk sampai merata,
kemudian disaring;
Cara menggunakan: diminum setelah makan pagi secara teratur.

5. Influenza
Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1/2 sendok minyak kayu putih, kapur
sirih secukupnya;
Cara membuat: jeruk nipis dipanggang sejenak dan diperas untuk
diambil airnya, kemudian dicampur dengan bahannya dan diaduk
sampai merata, dan disaring;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari secara teratur.

6. Batuk
a. Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1 1/2 sendok kecap, garam
secukupnya;
Cara membuat: jeruk nipis diperis untuk diambil airnya,
Cara menggunakan: diminum secara teratur 1 kali sehari selama
sakit

b. Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1/4 sendok tepung biji buah pala, 1
sendok minyak kayu putih;
Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian
dioplos dengan bahan lainnya sampai merata;
Cara menggunakan: dipakai sebagai bedak dan dioleskan pada
dada dan punggung.

7. Sakit panas
Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1/2 sendok minyak kelapa, 1 sendok
minyak kayu putih, 2-4 siung bawang merah yang dihaluskan;
Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian
dioplos dengan bahan lainnya sampai merata,
Cara menggunakan: dipakai sebagai kompres dan obat gosok untuk
dada dan punggung.

8. Sembelit
Bahan: 1 buah jeruk nipis, 2 - 4 siung bawang merah, 1 sendok
minyak kayu putih, buah asam secukupnya, 2 sendok air masak;
Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kemudian
dicampur dengan bahan lainnya dan dihaluskan bersama-sama;
Cara menggunakan: dioleskan di seluruh tubuh, terutama di seputar
perut.

9. Telambat datang bulan
Bahan : 1 buah jeruk nipis, 2 rimpang kunyit sebesar ibu jari, kapur
sirih dan garam secukupnya;
Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, kunyit
diparut dan diperas untuk diambil airnya, kemudian semua bahan
tersebut dicampur merata dan disaring;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.

10. Perut mules pada waktu haid datang bulan
Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1 1/2 rimpang jahe sebesar ibu jari, 3
mata buah asam yang sudah masak, 1 potong gula kelapa;
Cara membuat : jeruk nipis diperas untuk diambil airnya, jahe
diparut, kemudian semua bahan tersebut dicampur dan diberi 3/4
gelas air masak dan disaring;
Cara menggunakan: diminum pada hari pertama haid.

11. Disentri
Bahan: 2 potong akar jeruk nipis;
Cara membuat: direbus dengan 2 1/2 gelas air sampai mendidih,
kemudian disaring;
Cara menggunakan: diminum 1 kali sehari.

12. Perut mules
Bahan: 1 buah jeruk nipis, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari;
Cara membuat: jeruk nipis diperas untuk

Ternyata Jeruk nipis banyak manfaatnya!

(sumber:iptek.net.id)